ABK korban tugboat terbalik di PT ASL Batam ditemukan dalam kondisi selamat

Informasi lanjutan terkait insiden kecelakaan kerja yang terjadi di kawasan galangan kapal PT ASL Shipyard Indonesia, Tanjung Uncang – Batam pada Jumat, 07 Maret 2026.

Berdasarkan informasi terbaru dari media, korban terakhir yang sebelumnya dilaporkan masih dalam proses pencarian telah berhasil ditemukan dalam kondisi selamat. Dengan demikian, dari total lima kru yang berada di kapal tugboat yang terbalik saat membantu proses sandar kapal, satu orang sebelumnya telah berhasil diselamatkan, tiga orang dinyatakan meninggal dunia, dan satu orang lainnya berhasil ditemukan dalam keadaan hidup setelah proses pencarian oleh tim penyelamat.

Kejadian ini menjadi pengingat penting bagi kita semua bahwa aktivitas kerja di sektor maritim, khususnya yang melibatkan operasi kapal dan pekerjaan di perairan, memiliki tingkat risiko yang tinggi sehingga penerapan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) harus dilaksanakan secara maksimal.

Sebagai pembelajaran bersama, beberapa hal penting yang perlu menjadi perhatian dalam penerapan K3 antara lain:

– Melakukan identifikasi bahaya dan penilaian risiko (HIRADC) secara menyeluruh sebelum pekerjaan dimulai.
– Memastikan prosedur kerja aman (SOP) serta izin kerja diterapkan secara disiplin dalam setiap aktivitas operasional.
– Memperhatikan kondisi cuaca, arus laut, dan faktor lingkungan sebelum melakukan operasi di area perairan.
– Memastikan ketersediaan alat keselamatan seperti life jacket, alat komunikasi darurat, serta prosedur evakuasi yang dipahami oleh seluruh kru.
– Mengutamakan komunikasi dan koordinasi antar tim kerja selama proses operasional berlangsung.

Mari kita jadikan kejadian ini sebagai pengingat bahwa keselamatan kerja merupakan tanggung jawab bersama. Setiap pekerjaan harus dilaksanakan dengan prinsip Safety First – tidak ada pekerjaan yang begitu penting sehingga harus mengorbankan keselamatan.

Scroll to Top